“Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabat nya, dan TUHAN memberikan Ayub dua kali lipat dari segala kepunyannya dahulu.” Ayub 42:10
Tahun 2020 bagi Saya dan Keluarga kecil kami adalah Tahun dimana Tuhan sangat amat mengasihi kami, kami tidak pernah tahu bahwa apa yang terjadi itu ternyata jauh daripada pikiran kami. Mungkin kalian pernah dengar bahwa RANCANGAN KITA BUKAN LAH RANCANGAN TUHAN. Yupp, itu yang mau kami bilang. Di awal Tahun anak kami yang kedua harus diinfus sampai 2x dan sampai masuk RS. Lalu diakhir tahun menuju penutupan Tahun 2020 Tuhan kembali ijinkan anak kami yang kedua mengalami Kasih Karunia Tuhan. Bermula dari Tanggal 19 Oktober 2020 Ayah mertua saya harus Rapit Test. Dikarenakan Beliau mau mengikuti pelatihan Kepsek dan saat itu kondisi beliau lagi drop. Saat Rapit Test hasil nya Reaktif dan keesokan harinya beliau harus di SWAB. Karena ketentuanya kalo sudah Reaktif harus di SWAB. Hasil SWAB pun keluar 2 hari kemudian dan POSITIF. Sungguh mnegejutkan seluruh anggota keluarga kami. Karena kalau ada yang positif maka 1 keluarga harus di periksa. Tanggal 23 Oktober 2020 ayah mertua saya di rujuk ke RS Stagen Kotabaru (Rumah Sakit Khusus Untuk Penanganan Covid-19). Sore hari nya , Saya, adik ipar saya yang perempuan dan ibu mertua. Kami bertiga di Rapit Test. Karena kami tidak ada gejala Flu. Dan untuk anak saya yang pertama , kedua , suami saya, dan adik ipar yang laki-laki mereka di SWAB hari senin , karena mereka ada gejala Flu dalam 14 hari belakangan. Hasil Rapit Test kami bertiga pun keluar. Alhasil PUJI TUHAN hasil nya NEGATIF.
Senin 26 Oktober 2020 pun tiba, dimana tinggal 4 orang lagi untuk di SWAB. Kami menunggu sampai 2 hari untuk hasil SWAB nya. Tanggal 28 Oktober 2020 hasilnya keluar. Suami saya mendapatkan Whatsapp dari Dokter dan suami saya bilang “Mi, hasil nya keluar. Yang positif Kenneth (nama anak kedua kami) dan adik iparnya.” Saat itu saya merasa bahwa hati saya hancur sehancur”nya, air mata mengalir gak terima karena hasilnya POSITIF. Rasa untuk tidak menerima kenyataan itu, karena anak saya yang kedua baik baik saja, tidak ada gejala Covid 19, anaknya ceria, makannya banyak dan sebagainya. Lalu hari kamis, Tanggal 29 Oktober 2020 , diberitahukan bahwa anak saya harus di rujuk ke RS Stagen (Rumah Sakit Khusus Covid 19). Saya bilang sama suami saya, kalau saya tidak mau meninggalkan anak saya sendiri di RS. Saya mau menemaninya. Rapat gugus Covid-19 di tempat kami tinggal memaksa bahwa anak saya harus disana karena demi kemananan warga sini. Saat seperti ini saya langsung berfikir “kenapa mereka jahat sekali, kenapa mereka tega. Demi anak yang belum 2 tahun dipaksa kesana“. Akhirnya dengan berat hati, saya menyiapkan pakaian anak saya dan keperluan saya, sambil menangis dan meminta Tuhan bela kami. Karena untuk saya menemani anak saya di RS tersebut juga rawan bagi saya. Karena posisi saya sedang Hamil anak ke-3 dan kalau saya kesana harus tetap di SWAB, karena itu ketentuan. Waktu itu saya hanya pasrah dan bilang Tuhan yang akan kuatkan saya dan anak didalam kandungan Tuhan yang Jaga. Menjelang keberangkatan, tiba-tiba orang kecamatan datang kerumah dan berkata bahwa anak yang berumur 2 tahun diisolasi dirumah aja. Karena ini pemberitahuan dari DINKES (DINAS KESEHATAN). Saat itu saya hanya menangis dan berkata bahwa Tuhan Engkau Baik.
Alhasil, yang dijemput dengan ambulance adalah adik ipar saya yang laki-laki, biasanya ngeliat ambulance terus ada orang pakai baju astronot (Perlengkapan APD), kali ini saya melihat ambulance itu dimuka rumah kami dan bersama orang berbaju astronot didalamnya menjemput adik ipar kami. Dalam hati berkata Puji Tuhan kami gak naik ambulance. Berbarengan dengan adik ipar yang sudah di rujuk, maka Kenneth pun harus sudah mulai diisolasi dirumah dan yang menjaga hanya maminya. Oleh karena itu, anak saya yang pertama, suami, ibu mertua, dan adik ipar yang perempuan harus pergi meninggalkan rumah ini dan mencari rumah untuk mereka tinggal dan melanjutkan isolasi mandiri. Walau hasil mereka semua negatif tapi untuk isolasi itu tetap dianjurkan.
Tanggal 29 Oktober 2020, Saya dan Kenneth kami melakukan isolasi pertama, air mata setiap hari saya lalui sambil menjaga anak saya. Saya berfikir koq bisa anak sehat bisa POSITIF. Apalagi dia makan dan melakukan aktifitas selalu berdua dengan kakaknya, koq bisa kakaknya NEGATIF dan dia POSITIF. Saat kami menjalankan isolasi untuk kebutuhan sehari-hari saya meminta tolong kepada kawan rekan sekerja saya untuk membelinya lalu menaruh didepan dan uang nya akan saya transfer. Karena tidak ada sumbangan makanan atau pun materi apa pun dari RT, CAMAT dan DESA tempat kami tinggal. Tapi TUHAN gak tidur, TUHAN gak tinggal diam. Walau Dia mengijinkan masalah terjadi Dia gak pernah meninggalkan kami. Selalu ada kawan dari tempat saya kerja yang siap untuk diminta tolong saat mau dibayar dibilang tidak usah, ada kawan rekan sekerja ayah mertua saya juga datang membawakan sayur, lauk, beras, buah, kebutuhan pokok. Kami tidak pernah kekurangan beras, kekurangana minum, bahkan kami bisa makan ayam, ikan, buah. semua itu Karena Tuhan turut bekerja mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi DIA. Hal ini gak pernah terfikirkan bagi saya.
Walau pada akhirnya cicilan bank jadi pemikiran kami, karena mata pencarian kami keluarga kecil saya ialah berjualan. Karena hal ini maka jadi beban bagi kami. Lalu TUHAN buka jalan. Kami mengajukan ke bank dengan kondisi kami dan alhasil kami mendapatkan keringanan dengan membayar bunganya saja. Kami tahu bahwa Tuhan masih terus buka kan jalan bagi kami satu” yang dimana saat kejadian menimpa kami, kami merasa semua gelap dan tertutup tapi TIDAK BAGI TUHAN.
Yakinlah APA YANG TIDAK PERNAH DILIHAT MATA, APA YANG TIDAK PERNAH DIDENGAR TELINGA, APA YANG TIDAK TIMBUL DIDALAM HATI TUHAN SEDIAKAN. Satu hal yang kami terus yakin dan pegang janji Tuhan bahwa Tuhan mau bekerja dan Tuhan mau kami jadi kesaksian bagi banyak orang. Kami yakin saat kami buka Toko lagi dan berjualan pasti Tuhan akan kembalikan segala pelanggan kami dan usaha kami akan TUHAN campur tangan, dan pasti semuanya TUHAN kembalikan dua kali lipat seperti Ayub, karena apa? KARENA TUHAN YANG MEMBERI, TUHAN YANG MENGAMBIL, TERPUJIAH NAMA TUHAN!! TUHAN YESUS MEMBERKATI.

Komentar
Posting Komentar