Dampak Pikiran - 10 Januari 2021


Filipi 4 : 8

Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. 


Pikiran adalah medan peperangan terbesar pada manusia. Setiap detik, setiap menit, setiap jam, setiap hari, manusia diperhadapkan dengan pergumulan, persoalan, masalah dengan pilihan hidup yang tidak mudah. Sehingga muncul berpikiran negatif atau berpikiran positif. Berdasarkan pengalaman hidup manusia sehari-hari orang cenderung untuk memikirkan hal-hal yang yang negatif dari pada berpikir positif.  Bukankan kita sering berpikiran negatif kepada Tuhan dan menuduhnya berlaku tidak adil dan sudah tidak mempedulikan hidup kita lagi saat kita menghadapi persoalan yang silih berganti. Saat keluarga ada yang sakit belum juga sembuh datang masalah baru, padahal kita sudah berdoa. Demikian juga dalam hubungan dengan sesama kitapun sering kali berpikiran negatif dan selalu menaruh curiga pada orang lain, teman sendiri atau bahkan kepada anggota keluarga. 

Cara berpikir kita sangat menentukan arah perjalanan hidup dan bahkan menentukan hasil yang akan kita raih sesuai keinginan kita. Pikiran positif  bisa menjadi kawan yang membuat hidup kita semakin baik, demikian sebaliknya pikiran negatif akan menjadi lawan yang membawa kesulitan atau bahkan bencana dalam kehidupan kita. Jika kita ingin mendapatkan hasil yang positif mulailah belajar, melatih dan mengisi pikiran - pikiran yang positif. Pikiran kita seumpama seperti gelas ! Gelas adalah tempat untuk minum yang berbentuk tabung dan terbuat dari kaca. Disayat kita sedang haus gelas menjadi salah satu wadah yang kita gunakan menampung untuk kita minum. Gelas akan bermanfaat dan berharga apabila kita pergunakan sebagaimana mestinya. Tetapi juga gelas hanya akan menjadi sebuah pajangan apabila tidak digunakan sebagaimana mestinya.

Gelas diumpamakan sebagai otak kita atau pikiran kita, otak kita dapat menampung apa-apa tetapi sebaiknya gunakan otak kita untuk menampung sebagaimana fungsinya. Gelas bisa untuk mengisi air, juga bisa untuk mengisi batu, tanah, paku, mur dan lainnya. Apabila gelas digunakan menampung batu, paku, mur pasti akan membuat gelas itu baret dan bahkan bisa pecah. Gelas seumpama otak kita ! Apakah yang anda lakukan untuk mengisi otak anda?  Kalau kita mengisi hal-hal yang tidak berguna maka akan merusak otak dan pikiran kita. Salah mengisi akan merusak hidup kita, diisi dengan kekecewaan, curiga, iri hati, dendam, penipuan dan lainnya itu semua merusak kehidupan kita.

Oleh karena itu ijinkan pikiran anda diisi pikiran Kristus dengan mengucap syukur dalam keadaan susah atau senang dimana saja dan kapan saja, bersyukur adalah salah satu tanda kita memuliakan Tuhan didalam kehidupan kita. -- Pdt. Samuel SR


Filipi 4 : 6 - 7

Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. 


                                         TUHAN YESUS MEMBERKATI TETAP SEMANGAT


 

Komentar