Dampak Kasih Kepada Pasangan



Yohanes 15 : 12

“Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.”


Cinta dapat bertumbuh dengan indahnya atau dapat menjadi sakit dan kepahitan. Perkawinan antara laki-laki dan perempuan bukanlah korban dari keadaan yang tidak dapat dikendalikan, anda dan pasangan andalah pelaku utama bagaimana menjalani kehidupan dari awal sampai akhir bagaimana perkawinan atau pernikahan yang anda lakukan. Kasih dan saling mengasihi itulah yang diharapkan oleh pasangan hidup, namun kenyataannya banyak mereka yang menikah bukan hidup saling mengasihi namun menuntut pasangannya agar memenuhi kebutuhan atau keinginan mereka. Sehingga kebutuhan yang paling utama yaitu "KASIH" terabaikan dalam pernikahan tersebut, akhirnya muncul persoalan yang baru antara lain :

  1. Merasa ada sesuatu yang kurang atau hilang dari hubungan suami dan istri.
  2. Cenderung untuk saling menghindari pembicaraan, bahkan pembicaraan cenderung untuk saling melukai.
  3. Mudah jengkel pada pasangan dan tidak lagi menikmati kegembiraan jika sedang berduaan.
  4. Sentuhan fisik semakin berkurang, bahkan jarang berhubungan intim, padahal tidak ada masalah kesehatan.
  5. Mungkin anda atau pasangan anda berselingkuh secara emosional, bahkan secara fisik.
  6. Bahkan muncul pikiran untuk bercerai. 

Bila hal ini tidak diatasi maka kehancuran perkawinan pasti terjadi. Oleh karena itu anda dan pasangan anda mulai sekarang harus rela dan bersedia untuk mengasihi, memahami kebutuhan pasangan anda dan jangan egois mau menang sendiri, utamakan kasih maka anda akan menuai kebahagiaan. Bukankah firman Tuhan berkata :  Matius 19:6b “... Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."

Kebutuhan akan kasih sayang merupakan kebutuhan semua orang, dalam perkawinan kebutuhan itu seharusnya secara eksklusif dan kontinuitas harus dipenuhi oleh pasangannya dan bukan dari sumber lain. Seorang suami memerlukan kasih sayang sebagai mana seorang istri saling membutuhkan dan saling melengkapi. Tanpa dipungkiri kebutuhan seorang perempuan yang no satu adalah kasih dan sayang. Karena itu sudah menjadi desain Allah seorang wanita dicipta dari tulang rusuk laki-laki, tulang rusuk tersebut dekat dengan hati maka wanita atau perempuan perlu kasih dan sayang dari suaminya. Perempuan menjadi penolong yang sepadan dan ibu dari anak-anak mereka. Kesanggupannya untuk memberi kasih dan sayang kepada suami dan anak-anaknya, pada sisi lain bahwa perempuan sangat membutuhkan kasih dan sayang itu.

Apakah kehidupan perkawinan anda dipenuhi kasih dan sayang ? Kasih sayang yang sejati ditandai segan adanya : 

  1. Penerimaan apa adanya bukan ada apanya.
  2. Rela berkorban (kesediaan untuk melayani).
  3. Membangun kebersamaan untuk mendapatkan kebahagiaan bersama.

Jadi cinta dan kasih sayang bukan sekedar gairah muda yang kuat, melainkan sebuah proses yang menuntut konsestensi untuk tetap menerima pasangan secara penuh, adanya kerelaan berkorban dan tekat yang kuat untuk membangun keluarga yang bahagia dan damai sejahtera. -- Pdt. Samuel SR


SELAMAT MENJALANI KEHIDUPAN BERSAMA PASANGAN ANDA

DENGAN PENUH KASIH DAN SAYANG

TUHAN YESUS MEMBERKATI & TETAP SEMANGAT


 

Komentar