Dampak Kasih

 



Shalom Jemaat Gsja Cendrawasih yang diberkati senantiasa, bulan ini banyak orang katakan bulan Mengasihi, bulan untuk bertukar kado, dapat coklat dan diberikan bunga dan hal tersebut sering dilakukan oleh siapapun bila jatuh dibulan ini. Bahkan ada yang mengejar jodoh atau mendapatkan jodoh dibulan Febuari ini adalah terbaik. Sebenarnya Kasih bukan hanya bisa diperoleh pada bulan Febuari saja. Tuhan Yesus kita sudah lebih dahulu memberkati hari hari yang tersedia dan itu juga termasuk minggu dan bulan yang ada. Semua diberkati dan diberi kasih, tanpa memandang siapa kita.  Saya tidak pernah menyalahkan tentang hal - hal yang tersebut terjadi kegiatan2 yang dilakukan, sebab ada kebebasan pilihan bagi siapa saja, hanya ingat Kasih diberikan kepada siapa saja, kapan saja dan dimana saja tidak dipengaruhi bulan. Jemaat Gsja Cendrawasih yang berbahagia mari kita bahas prihal Bulan Berdampak Kasih dimana setiap kita sudah paham betul tentang Kasih itu adalah Allah dan Allah kita Kasih.

Hendaklah kita yang mengakui Tuhan adalah Bapa kita maka kita harus memiliki Kasih karunia. Kita selalu percaya menjadi orang percaya selalu berlimpah kasih, kita tidak ragu lagi dalam hidup ini. Himne klasik karya John Newton “Sungguh Besar Anugerah-Nya (Amazing Grace)” merupakan salah satu lagu yang digemari di dunia. Namun, anugerah itu lebih menakjubkan daripada yang kita ketahui. Anugerah atau kasih karunia dipakai sebagai terjemahan bahasa Ibrani “?? - khen”. Kata ini berarti perbuatan seorang atasan yang menunjukkan kepada bawahannya kasih karunia, padahal sebenarnya bawahan itu tidak layak menerimanya. Pribadi yang terlibat dalam korban keselamatan itu ialah Allah yang menjelma menjadi manusia. Hanya pribadi ini yang dapat menyebabkan keselamatan manusia. Lalu, mengapa Allah harus menjadi manusia? Alkitab menyatakan bahwa hukuman bagi dosa adalah maut, dan satu-satunya jalan mengatasi dosa adalah dengan korban darah dan kematian. Kasih karunia adalah pemberian Allah kepada manusia padahal manusia tidak pantas untuk menerimanya. Kita dapat dikatakan hidup dalam kasih karunia sebab kita dipilih untuk menjadi anak-anak Allah. Menjadi anak-anak Allah berarti menjadi makhluk manusia yang dapat melakukan kehendak Bapa atau memiliki kehidupan yang berkenan di hadapan Allah, secara ideal sesuai dengan standar yang dikehendaki oleh Allah. Untuk ini Allah memberi kuasa kepada Jemaat Gsja Cendrawasih yang percaya supaya menjadi anak-anak Allah, artinya disanggupkan untuk dapat melakukan kehendak Allah atau berkenan kepada Tuhan.

Kuasa yang disediakan oleh Tuhan adalah Roh Kudus, Injil, dan penggarapan Allah telah tersedia secara limpah tidak terbatas. Selain itu, Tuhan memberi Diri untuk dikenal dan dijumpai untuk berinteraksi sebagai Guru yang membimbing kita kepada kesempurnaan melalui Roh Kudus. Permazmur menekankan kedaulatan Allah ini saat ia mengatakan, “TUHAN melakukan apa yang dikehendaki-Nya, di langit dan di bumi, di laut dan di segenap samudera raya” (Mazmur 135:6), dan menekankan kasih Allah saat mengatakan “TUHAN itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya. TUHAN itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya” (Mazmur 145:8-9). Anugerah umum ini dinyatakan melalui pemberian berkat-berkat umum bagi umat manusia, seperti: Ia mengaruniakan panas dan hujan kepada orang yang benar dan orang jahat (Matius 5:45). Ia juga menentukan musim untuk dinikmati oleh semua manusia (Mazmur 104:19-20). Tuhan bahkan memberikan tempat khusus bagi manusia sebagai makluk ciptaan-Nya yang mulia dengan mengindahkannya serta memberikan otoritas dan peran khusus baginya (Mazmur 8:4-7). Melalui penghargaan dan otoritas dari Tuhan ini, manusia dikaruniai hak untuk berkuasa atas semua ciptaan-Nya yang lain (Mazmur 8:8-9).

Semua itu sangat berpotensi untuk dapat membuat kita berkenan kepada Allah dan melakukan kehendak Bapa.apakah ada tantangan ? oh tentu saja, ada! Akan tetapi Jemaat Gsja Cendrawasih selalu punya kesiapan Hati saat atau kapan hadapi masalah. Konsekuensi dari anugerah Allah di dalam kita ialah memperlakukan orang-orang lain dengan lemah lembut. Hendaklah Jemaat Gsja Cendrawasih memberlakukan pengampunan Allah dan kebaikanNya kepada mereka, entah mereka layak menerimanya atau pun tidak. Hasilnya, semua orang yang mengamati kita tentu akan melihat anugerah Allah tampak di dalam diri kita. Tetap teruskan Kasih yang melimpah dalam hidup kita sebagai orang Percaya. Tetap tangguh dan mejadi kuat untuk terus mengasihi baik diri kita, sesama dan lingkungan serta alam. Tuhan pasti sertai dan memberkati kita selalu. -- Pdt. Jowel E Z, M.Th


Baca Bersama : Kami Jemaat Gsja Cendrawasih yakin Kasih yang hadir dalam hidup kami bukan sekedar merek atau tempelan tetapi menjadi makna dalam hidup orang percaya dan kami siap melakukan kehendak Tuhan . Amin! 

Komentar