Dampak Menjadi Laskar Kristus

 




“karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara”. Efesus 6:12


Hidup beriman dalam Tuhan Yesus berarti menjadi bagian dari pasukan atau laskar Kristus. Hari-hari ini, kita menyadari bahwa peperangan dan ketegangan antara kerajaan kegelapan dan Kerajaan Terang semakin dahsyat. Kenyataannya, banyak orang Kristen yang tidak menyadari hal ini, sehingga mereka tidak menunjukkan sikap yang jelas berada di pihak siapa.


Dalam Lukas 11:23 ditulis “Siapa tidak masuk bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ialah mencerai-beraikan”.


Tuhan sangat tegas agar kita dapat mengetahui bagaimana posisi kita hari ini di hadapan Allah. Apakah kita turut serta mengawal pekerjaan-Nya atau sibuk dengan urusan kita sendiri? Kalau kita disebut sebagai “laskar Kristus” kita harus masuk dalam peperangan” itu maksudnya kita berperang melawan penghulu yang jahat dunia ini. Setiap orang dipanggil untuk itu. Peperangan yang pertama dimulai dalam diri kita. Kita harus menghentikan pemilikan kuasa kegelapan atas diri kita.


Kemudian Tuhan mau memakai kita untuk melepaskan manusia lain dari cengkeraman kuasa kegelapan. Perhatikan kata “perjuangan” dalam teks ini. Perjuangan di sini dalam teks aslinya adalah pale, yang dalam bahasa Inggris dapat diterjemahkan wrestling, yaitu pergulatan. Seperti seorang adu gulat, ia harus berjuang dan terus bergerak untuk merebut kemenangan, sebab kepasifan berarti kekalahan. Seorang pegulat tidak boleh berhenti berjuang, ia ada dalam situasi dimana lawan terus berusaha untuk menaklukkannya.


Kekristenan tidak boleh dijalani dengan santai dan pasif, tetapi berjaga dan selalu kuat, karenanya di Efesus 6:10 Paulus menasihati kita untuk kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.Amin


-- Pdm. Charles Iman

Komentar