Dampak Menjadi Garam Dunia

 




Shalom Jemaat Gsja Cendrawasih yang berbahagia, senang rasanya kita sudah bisa hari lewat hari , minggu lepas minggu dan bulan lepas bulan. Saat ini kita sudah di bulan juni banyak hal indah dan sulit yang kita temui namun semua itu membuat kita semakin percaya bersama komunitas orang percaya kita snantiasa dikuatkan. Hal itu penting agar kita semua memahami ada maksud Tuhan dibalik kelompok-kelompok orang percaya untuk saling meneguhkan, menolong, membantu bahkan teman curhat kita selalu. Hari – hari ini kita pasti punya masalah baik diri sendiri, keluarga, pekerjaan, usaha atau pelayanan semua itu terkadang kita tidak pernah tahu jalan keluar nya, tetapi Tuhan tau. Dia beri kita sahabat yang bisa membantu dan menolong untuk atasi problem kita saat di bumi, Terima kasih Tuhan buat segala kebaikan-kebaikanMu. Mari kita akan sama – sama membahas apa sebenarnya komunitas di bulan juni ini.

Komunitas adalah sesuatu yang sudah ada sejak manusia ada, karena kita diciptakan sebagai makhluk sosial. Karenanya, dengan aman kita dapat menyimpulkan bahwa Tuhan memang mendesain kita untuk berada dalam komunitas. Saat kita mempelajari Alkitab, kita melihat bahwa takkan mungkin ada seorang Kristen “penyendiri”. Kita memainkan peranan sangat penting dalam kehidupan satu sama lain. Jadi, apakah mungkin jika seseorang ingin mengikut Yesus, tetapi menolak untuk berada dalam komunitas orang-orang percaya? Berikut adalah beberapa hal yang tidak mungkin kita dapatkan tanpa berada dalam komunitas. Di dalam komunitas, mau tidak mau kita harus mempraktikkan apa yang kita ketahui. Dalam komunitas kuliner, pasti anggotanya saling bertukar informasi dan mencoba tempat-tempat kuliner baru. Dalam komunitas fotografi, selain bertukar trik-trik foto, pasti para anggotanya hunting foto bersama, dalam komunitas Gereja pasti kita juga bisa saling berbagi ayat-ayat firman atau renungan rohani , ingat Jemaat Gsja Cendrawasih jangan berkata anda bosan bahkan tidak suka saat diberi ayat atau renungan dan anda lewati (skip) merasa tak berarti, tentunya kalau suka komunitas anda harus belajar menghargai semua tanpa pandang dari siapa? atau dari mana?

Jangan biarkan firman Tuhan hanya sekadar menjadi pengetahuan bagi kita. Komunitas rohani adalah tempat terbaik untuk mempraktikkannya. Misalnya saja, ada 59 ayat “saling” di Alkitab. Komunitas mengasah kita untuk saling mengasihi, saling menasihati, saling mendoakan, saling mengampuni dan masih banyak lagi. “Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-muridKu, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.” Yohanes 13:35 , Di dalam komunitas, kita selalu dapat belajar dari orang lain. Kita pun dapat membagikan pengalaman kita dan membantu orang lain bertumbuh . “Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.” Amsal 27:17. Di dalam komunitas, para anggotanya setidaknya mempunyai beberapa kesamaan nilai. Setiap anggota berharap anggota lainnya memakai standar tersebut sebagai patokan. Di dalam komunitas Kristen, kita bertanggung jawab menjaga satu sama lain untuk hidup menurut standar-standar Tuhan. Mungkin Jemaat Gsja Cendrawasih ada saatnya ini terasa mengganggu, seperti suka ditanya keadaan, bagaimana keluarga, pekerjaan, hari-hari nya? rasa risih kalau tidak dijawab. Namun semua itu membuat arti besar dalam mempengaruhi hidup kita.

“Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan. Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu!” Galatia 6:1-2. Mungkinkah ada tubuh yang dapat hidup tanpa kepala, atau tangan yang dapat berfungsi terpisah dari tubuh? Mungkin hanya di film-film horor, ya… Tuhan mengumpamakan jemaat sebagai satu tubuh, dengan Kristus sebagai kepala dan tiap-tiap dari kita sebagai anggotanya. Saat kita memperhatikan tubuh kita, setiap inci berfungsi dan kita tidak ingin kehilangan secuil pun anggota tubuh. Demikian juga dengan orang Kristen. Kita baru dapat berfungsi saat kita menjadi bagian dari tubuh. “Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus.” 1 Korintus 12:12.

Alkitab sendiri mencatat dengan sangat indah apa yang dapat dicapai oleh komunitas orang percaya saat mereka berfungsi bersama-sama sebagai satu tubuh. “Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda.Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.” Kisah Para Rasul 2:41-47.

Jadi perlu kita sadari Jemaat Gsja Cendrawasih bahwa komunitas rohani bukan hanya penting untuk kita miliki. Komunitas rohani adalah sesuatu yang harus kita miliki. Bersama komunitas rohani, kita dapat bertumbuh maksimal sesuai yang Tuhan rancangkan. Mari kita senantiasa terhubung dengan rekan komunitas kita agar selalu dikuatkan dan diteguhkan dalam pengiringan kepada Dia.


Baca Bersama : Kami Jemaat Gsja Cendrawasih akan berkomitmen akan selalu terhubung dan tergabung dalam kelompok keluarga Allah untuk selalu dikuatkan dan diteguhkan dalam beriman kepada Tuhan Yesus Kristus Juruselamat kita sampai Tuhan datang AMIN.



-- Pdt. Jowel E.Z., MA

Komentar