1 Tesalonika 5:8
Tetapi kita, yang adalah ORANG-ORANG SIANG, baiklah kita sadar, berbajuzirahkan IMAN dan kasih, dan berketopongkan pengharapan keselamatan.
Kata Pahlawan memiliki arti : Seseorang yang menonjol karena keberanian dan mengorbankan dalam membela kebenaran atau pejuang yang gagah berani. Dalam Alkitab banyak ditulis nama - nama pahlawan dalam PL dan BP, yaitu : Abraham, Nuh, Musa, Stevanus, Paulus dan masih banyak lagi... Namun saat ini saya akan membahas pahlawan dalam keluarga, karena keluarga itu sangatlah penting untuk dibicarakan, kalau keluarga kuat maka gereja akan kuat, kalau keluarga kuat maka bangsa akan kuat juga, namun sebaliknya jika keluarga hancur akan menyeret gereja bahkan bangsa kita Indonesia.
Berbicara mengenai Pahlawan dalam kehidupan Kekristenan adalah : Mereka yang telah memperlihatkan pengorbanan besar bagi "Iman" mereka kepada Tuhan, merekalah yang layak disebut sebagai pahlawan iman. Dalam kepercayaan lama saya "Sorga ada di telapak kaki ibu". Pertanyaannya ditelapak kaki bapak apa? Neraka...? Ditelapak kaki seorang bapak seharusnya JEJAK PAHLAWAN. Pahlawan seperti apa? Konsep dunia pada umumnya bapak (kepala keluarga) yang hebat adalah banyak uangnya.
Dengan uang dapat memberikan suatu kehidupan yang lebih baik bagi keluarga. Dengan uang dapat disimpan untuk anak-anaknya masuk Perguruan tinggi. Namun dalam kehidupan ini ada hal yang tidak bisa dibeli dengan uang. Firman Tuhan Mazmur 128:4 Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN. Artinya berkat rumah tangga turun melalui kepala rumah tangga yang takut akan Tuhan dan hidup menurut perintahnya. Bukan cuma pintar cari uang ! Kepala keluarga ditentukan menjadi saluran berkat Allah bagi istri dan anak-anaknya, yang artinya kepala keluarga berfungsi sebagai suami atau ayah sesuai rancangan Tuhan.
Sebagai kepala rumah tangga selain bekerja agar berkat Tuhan dicurahkan, tidak kalah penting yaitu "Hidup takut akan Tuhan dan hidup menurut jalan Tuhan". Maksud hidup takut akan Tuhan adalah hidup beribadah, hormat, taat dan kagum akan Tuhan, sedangkan hidup menurut jalan Tuhan yaitu belajar Firman Tuhan dan mengaplikasikan dalam kehidupannya maka akan menjadi dapak bagi istri dan anak-anaknya. Yaitu teladan iman, mengapa saya katakan demikian karena kehidupan anak-anak itu dilihat bagaimana kehidupan bapanya!
Sekarang banyak keluarga yang hancur bukan karena laki-laki kurang pintar cari uang tetapi banyak kepala keluarga yang tidak bisa menjadi teladan dalam iman (pahlawan iman), sehingga mereka kehilangan otoritas Allah karena mereka tidak belajar apalagi mempraktekan kebenaran Firman Tuhan dalam hidupnya. Hai...Para bapa / ayah, jejak apa yang engkau Buat dalam keluargamu...? Di bawah langkah hidup seorang kepala keluarga yang sejati seharusnya selalu terukir jejak telapak kaki seorang pahlawan iman bagi keluarganya. -- Pdt. Samuel S R
JADILAH SEORANG PAPA YANG MENINGGALKAN JEJAK HIDUP SEORANG PAHLAWAN
BAGI ISTRI DAN ANAK-ANAKNMU.
Komentar
Posting Komentar