BERDAMPAK ROHANI

  Shalom Jemaat Gsja Cendrawasih tidak terasa kita sudah di bulan ke 10 tahun 2021 , sebuah perjalanan yang sangat fantastis bagi kita anak-anak Tuhan yang setia. Kuat iman kita dan terus berkorbar kerohanian kita akan pengenalan kepada Yesus tetap terus berjalan. Situasi tidak akan menggoyahkan kita . 1 Yohanes 4:4b “Roh yang ada didalammu lebih besar dari roh yang berada di dunia ini.” Seringkali kita mengukur kerohanian seseorang dari berapa lama ia jadi orang Kristen dan keaktifannya dalam melayani. masa pandemi covid 19 banyak membuat perubahan-perubahan didalam kerohanian kita, dari sini kita bisa melihat kerohanian yang taat atau yang tidak taat. Padahal bukan itu. Apa yang menjadi ciri kerohanian yang sehat? Apakah karna aktif melayani, kelihatan bahagia dan tenang dalam menghadapi persoalan dapat dikatakan itulah orang yang rohani. Kedewasaan rohani berbicara tentang bagaimana relasi kita dengan Allah dan bagimana kita membangun relasi itu di hadapan Tuhan. Kita harus terus menjadi dampak pada saat kapan pun serta dimanapun. Disaat kita datang dan melakukan penyembahan, supaya kita intim dan mendekat kerohanian kita . penyembahan yang benar adalah kita menyembah Tuhan di mana pun dan Tuhan selalu ada bersama-sama kita.

Ingat Jemaat Gsja Cendrawasih tentang sebuah "Kingdom". Ke mana pun kita pergi, Dia adalah Raja atas hidup kita. Ke mana pun kita pergi, kita menyembah, baik di rumah, di tempat kerja, di mana pun. Kenapa kita menyembah? Karena Tuhan selalu ada bersama kita. Menyembah itu bukan cuma di Gereja! 1 Timotius 4:13 “Sementara itu, sampai aku datang bertekunlah dalam membaca Kitab-kitab Suci, dalam membangun dan dalam mengajar.” Kalau Tuhan memberi kita potensi, kita harus memaksimalkan pemberian Tuhan itu. Jangan sampai kaki dian itu diambil kembali oleh Tuhan dan diberikan kepada orang lain. Tuhan akan tambah-tambahkan lagi kalau kita sudah memaksimalkan potensi kita. Jemaat Gsja Cendrawasih disaat kita mau meningkatkan kerohanian kita harus berdasarkan kebiasaan, habitat kita pun suka menyembah Dia. Pada dasarnya kita tidak terlahir dengan kebiasaan, namun kitalah yang membentuk kebiasaan. Kebiasaan adalah sebuah perilaku yang dilakukan secara rutin tanpa perlu direncanakan lagi. Seperti menggosok gigi di pagi hari, mandi, atau aktivitas rutin lainnya. Hampir 50% kehidupan ini digerakkan oleh kebiasaan, kita melakukannya secara otomatis. Seorang psikolog terkenal bernama psikolog Timothy Pychy pernah berkata: “Menghentikan sebuah kebiasaan berarti membentuk kebiasaan baru, sebuah respons baru yang lebih kuat. Jadi, kebiasaan lama yang merespons masih ada, tetapi menjadi lebih tidak dominan”. Artinya cara terbaik untuk meninggalkan kebiasaan yang lama adalah dengan membangun kebiasaan baru.

Tokoh alkitab yang bernama  Daniel yang  memiliki disiplin rohani yang luar biasa. Alkitab mencatat, Daniel biasa berlutut, berdoa serta memuji Allah. Dalam terjemahan yang lain berbunyi: “Daniel tetap berdoa dan mengucap syukur kepada Allahnya tiga kali sehari, sebagaimana kebiasaannya.” (Daniel 6:11). Daniel tentu saja tidak instan bisa melakukannya, butuh proses saat membangun kebiasaan ini. Sangat mungkin saat pertama kali melakukannya,  merasa lelah, bosan, tidak fokus atau menemui hambatan lainnya.  Di akhir tahun oktober 2021  ini, adalah kesempatan bagi kita untuk membangun kebiasaan rohani. Seperti membaca dan merenungkan firman Tuhan, berdoa dan bersekutu menyembah Tuhan. Bagi Anda yang baru tidak terbiasa melakukannya, jangan menyerah saat melakukannya. Lakukanlah hal tersebut sampai menjadi gaya hidup. Ketahuiah ketika Jemaat Gsja Cendrawasih fokus membangun kerohanian, maka akan semakin mengenal pribadi Tuhan dan  bertumbuh di dalam iman. Ciri Rohani yang sehat pertama adalah memiliki relasi pribadi dengan Tuhan Yesus, menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat bukan hanya itu tapi memiliki relasi yang erat denganNya. kedua relasi yang intim itu membawa perubahan dalam hidup kita, semakin menjauhi dosa dan hal yang dibenci Allah, mengalami perubahan pola pikir, pola emosi dan tingkah laku seperti yang Allah. Ketiga perubahan diri yang menjadi berkat itu pada akhirnya membuat nama Tuhan yang dimuliakan. Menjadi dewasa rohani adalah pilihan. Ketahuilah, kuasa tidak akan pernah diberikan untuk anak-anak, tetapi bagi mereka yang sudah matang dan dewasa rohani. Tinggalkanlah sifat kanak-kanak dan belajar bertumbuh dewasa seperti Yesus. 

Jadilah seperti Yesus yang datang untuk melayani, bukan untuk dilayani. Bagi Bapa sorgawi, anak yang dewasa adalah anak yang melayani dan menghasilkan buah roh yang mencerminkan karakter ilahi. Saat Jemaat Gsja Cendrawasih sudah menjadi  dewasa dalam pandangan Bapa, ketika itulah urapan untuk berkuasa akan dicurahkan bagi kita. Hidup yang berhasil dan diberkati, berlipat ganda dengan dahsyat, dan menjadi berkat besar untuk memperluas Kerajaan Allah bukan lagi hanya impian, tetapi kenyataan. Gembala percaya sekarang rohani kita sudah terus berdampak dan jadi teladan bagi orang banyak. tetap kuat dan berjiwa semangat. Banyak berdoa biar covid 19 ini benar - benar terlepas dari indonesia dan dunia , agar semua hidup kita kembali normal.


Baca Bersama : kami Jemaat Gsja Cendrawasih yakin kalau hari ini menjadi Dewasa rohani adalah keputusan kami dan kami berjanji akan terus memiliki keintiman dengan Tuhan Yesus setiap hari AMIN. -- Pdt. Jowel E. Z, M.Th

Komentar