2 Timotius 3:16-17
“Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat
untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan
untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia
kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.”
Puji
Tuhan saat ini kita sudah masuk dalam bulan November 2021, minggu ke 2 gereja
kita akan membahas tentang "DAMPAK FIRMAN YANG MENYATAKAN KESALAHAN"
firman Allah bermanfaat menyatakan kesalahan, dimana firman itu menunjukkan
kesalahan kepada kita. Kesalahan berasal
dari kata "salah" yang artinya tidak benar, tidak betul, keliru,
khilaf, menyimpang dari yang seharusnya, luput, tidak mengenai sasaran, gagal,
cacat kekeliruan. Sedangkan yang dimaksud kesalahan adalah perihal salah,
kekeliruan, kealpaan.
Jadi
jika firman Tuhan (Alkitab) dinyatakan berguna untuk "menyatakan
kesalahan" itu berarti Alkitab menunjukan ketidak beneran atau
memperlihatkan atau membuktikan segala sesuatu yang menyimpang. Dengan kata
lain Alkitab memberikan teguran atau disiplin, teguran untuk menyatakan dosa
atau kesalahan.
Bagi
Rasul Paulus, dosa bukan hanya sekedar kejahatan yang dilakukan, melainkan
suatu kekuatan yang membelengu seseorang. Rasul Paulus memandang semua orang
sebagai yang terjual dibawah kuasa dosa (Roma 7:14 Sebab kita tahu, bahwa hukum
Taurat adalah rohani, tetapi aku bersifat daging, terjual di bawah kuasa dosa).
Sebagai seorang budak dijual kepada seorang majikan, demikianlah semua orang
masuk dalam kuasa dosa. Dengan adanya firman Tuhan yang menunjukan kesalahan
atau mengoraksinya agar kita sadar akan kesalahan atau dosa itu, maka kita
memperbaikinya atau bertobat.
Sebagai
contoh Allah menegur Raja Daud atas kesalahanya melalui nabi Nathan karena
berzina dengan Betsyeba istri Uria (2 Samuel 12:1-16). Nathan memakai kisah mengenai domba orang miskin dan seorang
yang sangat kaya. Orang kaya itu yang telah banyak memiliki kambing domba dan
lembu sapi, mengambil anak domba betina kepunyaan orang miskin, karena dia sayang
mengambil ternak yang untuk menjamu tamunya. Padahal orang miskin itu sangat
menyayangi anak domba betina itu, bahkan dia merawat seperti anaknya sendiri.
Mendengar itu Daud marah, orang kaya itu harus dibunuh dan harus membayar empat
kali lipat dari kerugian yang telah dia timbulnya (ay 5-6), Nathan mengatakan
terus terang bahwa orang itu adalah Daud! Pada ayat 13 Daud mengakui kesalahan
dan dosanya dan Tuhan telah menjauhkan dosa itu pada Daud dan Daud tidak
dihukum mati.
Apa
yang bisa kita ambil dari cerita ini ? Apabila kita ditegur oleh firman Tuhan
kita harus rendah hati mengakuinya dan bertobat seperti Raja Daud. Apabila kita
dapat teguran atas kesalahan kita jangan
menyalahkan orang tua, jangan menyalahkan lingkungan, jangan menyalahkan gereja
apalagi menyalakan Tuhan. Mari dengan kepala tertunduk kita berkata kepada
Tuhan "ya Tuhan aku sudah berdosa kepadaMu". Dengan jujur mengakui dosa kepada Tuhan dan minta
belaskasihan bagi kita dan kehidupan kita selanjutnya.
TUHAN YESUS MEMBERKATI TETAP SEMANGAT.
Komentar
Posting Komentar