Berdampak Kelahiran-Nya

                 Shalom Jemaat Gsja Cendrawasih yang diberkati Tuhan, kini kita sudah di bulan terakhir di tahun 2021, artinya kita sebentar lagi akan lalui 2021 masuk ke tahun 2022, suatu hal yang sangat berdampak sudah kita jalankan. Germbala sangat berharap seketika kita akhiri 2021 kita mulai paham didalam tiap bulan kita diajar untuk Berdampak dalam segala hal, tujuannya adalah agar Iman percaya kita tetap bertumbuh dan terus mengasihi Tuhan lewat kehidupan kita sekarang ini. Jemaat Gsja Cendrawasih yang terkasih lewat kelahiran Tuhan kita sudah tidak lagi ragu akan semua yang Dia berikan bagi kita semua. Yesus telah lahir di tengah-tengah kita. Natal membawa damai, Tuhan Yesus lahir sebagai cahaya dunia. Dia adalah Raja membawa suka cita. Kegelapan tidak mampu mengalahkan terang. Apakah kita mampu membawa terang Kristus sebagai kado Natal bagi orang lain? Allah mau kita semua menyatu dengan manusia. Oleh karena itu, kita turut membagi suka cita dengan sesama. Pada bulan desember ini kita akan membahas Berdampak pada KelahiranNya.

                "Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan."  Lukas 1:32-33. Mari kita sama sama simak tentang tiga pembelajaran berharga yang hendak kita lakukan dalam membangun gerak relasi, interaksi dan komunikasi? Pertama: bangunlah komunikasi yang membangkitkan semangat, dan motivasi kepada semua orang. Komunikasi yang didominasi intimidasi, ancaman, pelecehan, menyalahkan, penghakiman, dll tidak akan pernah merubah keadaan yang semakin baik. Tetapi komunikasi yang didominasi apresiasi, motivasi, dan menyemangati akan menjadikan hidup kaya kreasi, dan inovasi. Ingatlah: terkadang di dalam komunikasi yang terpenting adalah bukan apa yang kita katakan, tetapi bagaimana kita mengatakan maksud dan tujuannya bila masing-masing orang melibatkan diri dalam komunikasi yang saling membangun, menguatkan dan saling menyemangati. Kedua: bangunlah relasi dan interaksi yang membuat orang lain nyaman. Caranya: terima kepribadiannya secara utuh, tunjukkan rasa hormat kepada kemanusiaannya, dan biarkan dirinya merasakan bahwa Anda benar-benar mau menjadi sahabatnya. masing-masing orang melibatkan diri dalam relasi dan interaksi yang saling menerima, dan saling mengakui. Dia, mereka merasa nyaman dengan aku.

                Ketiga: kecerdasan logika adalah bukan menjadi tuan dalam kehidupan, namun sesungguhnya adalah hamba untuk melayani kehidupan. Sebagai hamba dia harus tunduk kepada kehidupan, dan kehidupan itu adalah Tuhan, sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil. Allah berfirman melalui Rasul Paulus, “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib” (Fil. 2 : 5 – 8). Firman Tuhan itu berseru kepada setiap orang percaya untuk meneladani Tuhan Yesus Kristus yang telah berinkarnasi pada Hari Natal. Memiliki Yesus Kristus dalam hidup ini berarti memiliki segala-galanya, karena di dalam Dia ada kuasa untuk memberkati, memulihkan, menyembuhkan, dan menyelamatkan.  Dia Imanuel, Allah menyertai kita  (baca  Matius 1:23).

                Seberat apa pun perjalanan hidup yang Jemaat Gsja Cendrawasih tempuh Tuhan Yesus yang tidak pernah meninggalkan. Yesus Kristus datang ke dunia untuk membawa kabar sukacita dan pengharapan yang pasti bagi kita orang percaya! Allah menggantikan setiap penderitaan itu dengan damai sejahtera. Natal adalah pembebasan kita dari segala penderitaan. Allah menggantikan kesusahan menjadi kebahagiaan. Kemiskinan menjadi kelimpahan. Ketakutan menjadi keberanian. Rasa rendah diri menjadi percaya diri. Kegelisahan menjadi ketenangan. Bahkan setiap ratap tangis menjadi tawa suka. Sekali lagi perlu diingat bahwa, Relasi  interaksi dan Komunikasi sangat penting , tak mungkin kita dibiarkan kalau kita intim dengan Dia , Dia Allah yang baik , Allah yang menyertai kehidupan dengan keadaan apapun.

 

Baca Bersama : Kami Jemaat Gsja Cendrawasih  punya prinsip dan keberanian untuk berpegang teguh pada janji Tuhan bahwa Orang Percaya tidak akan dipermalukan,  AMIN.

Komentar